Alat Musik Tradisional Pakistan

Alat Musik Tradisional Pakistan

Fajr 04:35 WIB Sunrise WIB Dhuhr 11:52 WIB Asr 15:14 WIB Maghrib 17:47 WIB Isha 18:59 WIB Waktu Fajr WIB | Sabtu, 23 Syawwal 1444

.CO.ID, KABUL -- Musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, tidak terkecuali di Pakistan. Rubab, merupakan salah satu alat musik tradisional Pakistan.

Mempopulerkan

Farhan Bogra mempelajari cara memainkan Rubab yang dimainkan oleh etnis Pashtun sekitar 15 tahun lalu di Peshawar. Pashtun kemudian melarang segala alat musik termasuk Rubab di wilayah mereka.

Beli Indonesian Set Lot Murah

Bogra mendobrak norma tersebut dengan mempelajari kembali Rubab. Bahkan ia juga pernah memberikan rubab kepada seorang temannya pada 2006. Kemudian dibanting oleh ayah temannya, dan mengganti rubab dengan gitar. Mereka menyebut, bahwa rubab alat musik orang kelas bawah.

Di tengah semua itu, Bogra kemudian membentuk band Khumariyaan yang mengambil musik rakyat Pakistan. Melalui Band Khumariyaan, Bogra bersama rekannya, Pashtuns Sparlay Rawail, Shiraz Khan, dan Aamer Shafiq menggabungkan musik tradisional rubab dengan musik barat seperti gitar dan perkusi. Mereka tampil pertama kali dan menghipnotis warga Pakistan pada 2009. Tidak ada yang tahu, bahwa mereka mengkombinasi rubab.

Sejak itu, suara khas Khumariyaan telah menghidupkan kembali genre musik yang kaya dan beragam. Khumariyaan sangat ingin menjangkau generasi muda Pashtun dari Peshawar, yang haus akan musik baru dan modern untuk berbicara tentang warisan budaya mereka.

Mempopulerkan Kembali Alat Musik Rubab Di Pakistan

Saat ini, Khumariyaan adalah salah satu generasi baru musisi muda Pashtun yang kreatif, yang membangkitkan kembali penghormatan terhadap musik rakyat Pashto dalam kesadaran nasional Pakistan.

Pada 2018, cover mereka dari lagu rakyat Pashtun klasik Ya Qurban di serial musik live Coke Studio Pakistan (disponsori oleh perusahaan minuman multinasional) membawa band ini ke panggung global, karena video tersebut ditonton lebih dari 13 juta kali di YouTube

Rawail mengatakan gerakan untuk menghidupkan kembali musik Pashtun ini telah memicu tidak hanya kecintaan yang baru ditemukan pada suara resonansi rubab, tetapi juga keinginan untuk memainkan instrumen tersebut.

Alat Musik Tradisional Indonesia Yang Ditiup

Bahkan saat musik rakyat neo-Pashto seperti gerakan Khumariyaan menuju modernitas, Karan Khan, salah satu penyanyi rakyat Pashtun paling terkemuka di Pakistan, mengatakan kekayaan bahasa Pashto dan kekuatan transenden dari rubab yang dikombinasikan dengan instrumen kontemporer telah menarik penonton, tua dan muda. Suaranya sangat unik.

Qawali,

“Ketika (musisi) menyanyikan komposisi rakyat kami dengan instrumen baru, mereka dimodernisasi, tetapi mereka tetap folk dalam selera dan warna mereka, itulah mengapa (lagu) itu menarik orang, ” kata Khan. “Komposisi dan lirik lama itu cukup kuat untuk memperkenalkan instrumen modern ini kepada penonton, jelasnya.

Khan terpaksa melarikan diri dari lembah Swat utara Pakistan pada 2008 bersama keluarganya, dengan lebih dari dua juta lainnya mengungsi setelah provinsi itu menjadi medan pertempuran bagi serangan tentara Pakistan terhadap Taliban. Karir musiknya terwujud dari pergumulan dan keterpurukan di saat pentas musik mendapat stigma.

Kerzenständer Aus Vergoldeter & Polychromer Bronze Von Pierre Casenove Für Fondica, 1980er Bei Pamono Kaufen

Tetapi bagi generasi baru musisi Pashtun yang muncul dari provinsi barat laut yang pernah diliputi oleh kekerasan, Khan mengatakan hal itu perlahan berubah

“Sepuluh, lima belas tahun lalu, orang tidak menganggap musik sebagai profesi yang terhormat. Sekarang, anak laki-laki di universitas (semakin) tertarik pada musik, ucap Khan.

Seorang

“Rubab adalah instrumen yang indah dalam perpaduan, ” ujarnya. “Rasanya enak sebagai instrumen mandiri, dalam tasawuf, pesta, attan, terlihat bagus dalam jazz, rock, pop, hip-hop, serasa enak di semua bentuk musik ini, jelasnya.

Flauta Pífano Bambu

Yuk Ngaji Hari Ini وَاِذَا جَاۤءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖ ۗ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰٓى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu). (QS. An-Nisa' ayat 83)Fajr 04:35 WIB Sunrise WIB Dhuhr 11:52 WIB Asr 15:14 WIB Maghrib 17:47 WIB Isha 18:59 WIB Waktu Fajr WIB | Sabtu, 23 Syawwal 1444

REPUBLIKA.CO.ID, Qawali adalah musik sufi Muslim tradisional yang dimainkan terutama di Pakistan dan India. Tradisi seni ini berdasarkan seseorang dari masa lalu yang dihormati sebagai sufi di India, Amir Khusro Dehelvi. Amir menulis ayat-ayat untuk Qawali dan menyusun penafsiran musik yang masih sangat populer sampai hari ini.

Namun akar seni Qawali dapat dilacak di Persia—India dan Afghanistan sekarang—pada abad ke-8 di mana bentuk-bentuk awalnya dilakukan sebagai bagian dari ritual sema sufi. Sema adalah sebuah ritual penting dalam doa dan meditasi umum untuk semua sekolah sufi.

-

Bambu Seruling Profesional Cina Alat Musik Tradisional Buatan Tangan Suling Bambu Alat Musik Bakat Acara Peralatan|bambu Seruling|

Ritual ini dilakukan dalam berbagai cara; berputar-putar, bernyanyi, dan bermain musik atau instrumen musik khusus seperti ney (buluh seruling). Semuanya merupakan bagian dari upaya sufi untuk mencari, menempa, dan berhubungan langsung dengan Ilahi, serta mencapai keadaan ekstase spiritual.

Pada abad ke-13, Amir Khusro Dehelvi, seorang penggemar sufi dari tarekat Chisthi, membentuk Qawali dengan menggabungkan akar seni Persia dan dialek India dalam tradisi musik.

Hari ini ada banyak pecinta Qawali di seluruh dunia dan popularitasnya yang terus bertambah. Semuanya tumbuh dan berkembang dengan pesan pentingnya, yaitu toleransi universal, cinta, dan inklusif. Pesan ini terkandung dalam liriknya, yang menarik minat orang-orang di seluruh dunia.

Mendag Zulkifli Hasan Siap Kembangkan Pasar Non Tradisional Ke India Pakistan Dan Bangladesh

Yuk Ngaji Hari Ini وَاِذَا جَاۤءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖ ۗ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰٓى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu). (QS. An-Nisa' ayat 83)

Antike

Sport - Jumat , 12 May 2023, 22:49 WIB Bruno Fernandes Klaim Man United Layak Akhiri Musim di Posisi 4 Besar, Ini Alasannya

0 Response to "Alat Musik Tradisional Pakistan"

Posting Komentar

r